Skip to main content

Asa yang Tersekat



Matahari mulai naik sepenggal
Meminta malam menyibak tirai gelap
Kucoba menggapai ruang hampa
Akan kulakukan sebuah pendakian langit
Namun sempit. . .sesak. . .
Tak ada sesuatu disana

Kubalikkan badan menengok sosoknya
Pandangan ini nanar
Melihat ia termangu. . tertunduk malu
Sesekali mendongak lalu tersenyum pada seorang anak
Menatap lekat topi biru berlambang Tut Wuri Handayani

Ia kembali terduduk
Memperhatikan gerobak di hadapannya
Kemudian berdiri memainkan kembali sebuah bilah besi tipis
Memperpadukan bumbu asa

Barangkali ialah sang Tut Wuri Handayani
Boleh jadi, dalam setiap potongan
Tersimpan dorongan moral
Tersemat semangat kerja dari belakang
Terselip doa tak perlu ada lagi sosok diri sepertinya

Comments

Popular posts from this blog

My Supermoon

Ada saat dimana bulan purnama berada pada jarak terdekat dengan bumi saat melintasi orbit eliptisnya, membuatnya tampak lebih besar dan lebih terang. Ada saat pula dimana bulan membelakangi bumi dan matahari dalam satu garis lurus, membuatnya tampak kemerahan saat bersembunyi di belakang bayangan bumi.             Seorang lelaki berdiri tegap meninggalkan meja makan di hadapannya. Postur tubuh tiggi, sorot mata tajam dan janggut tipis yang menghiasi dagunya menjadikan sosok lelaki itu tampak mempesona bagi siapapun yang melihatnya. Ia melangkahkan kaki ke arah meja nomor 11 sambil menyingkirkan remahan makanan yang mengotori jasnya, meja seorang gadis bergaun hijau tua dengan balutan kerudung hijau muda   bak permata Zamrud.

Review Love Letter

Berawal dari iseng-iseng cari referensi film Jepang yang recomended, finally I found this film . Baru tau pas download, Ini film keluaran tahun 1995, jadul memang tapi kualitas gambar dan suaranya masih bagus. Awal cerita ada seorang gadis di tengah salju, sebuah makam, dan perigatan kematian. Gadis itu bernama Watanabe Hiroko, Hiroko menghadiri upacara peringatan kematian tunangannya bernama Fuji Itsuki yang meninggal 2 tahun yang lalu. Hiroko mengantar ibu Fuji ke rumah, dia melihat-lihat buku tahunan SMP milik Fuji. Sebelumnya keluaga Fuji tinggal di Otaru, Hiroko menulis alamat rumah lama Fuji dan mengirimkan surat untuk Fujii ke alamat rumahnya di Otaru. Lalu kita diperlihatkan sosok wanita yang sedang flu menerima surat dari Hiroko. “Fujii Itsuki yang tersayang bagaimana kabarmu? aku baik-baik saja.” Sebelumnya aku gak ngeh nama gadis itu sama dengan Fuji Itsuki, perbedaannya ada -chan untuk perempuan dan -kun untuk laki-laki. Itsukichan membalas surat Hiroko...

Resensi Novel "Around The World in 80 Days"

“Harga Sebuah Pengorbanan untuk Impian” Judul buku                 : Around The World in 80 Days Penulis                      : Jules Verne Penerjemah                : Fikriangga Jatanda Penerbit                     : Octopus Edisi                           : 1 Tahun                         : 2015 Jumlah Halaman        : 306 halaman Harga Buku               : Rp 60.000,00             Novel ini merupakan karya J...